• Dian Cibro : gayo@asia.com

    Coretan Kecil Gempa Gayo


    Penulis adalah korban gempa yang mengalami kejadian langsung, banyak cerita ketika penulis bercerita sambil mewawancarai korban gempa lainnya. Korban berjatuhan, namun korban jiwa menyisakan duka mendalam bagi keluarga yang yang ditinggalkan, dan korban fisik seperti bangunan tentu tidak terhindarkan lagi. Cerita menarik tentu hadir setelah 1 hari pasca gempa, didepan rumah korban gempa muncul tenda-tenda darurat, bukan tendanya yang menarik namun pengakuan mereka adalah "selama ini kita melihat bencana dari televisi dan sekarang kita yang mereka lihat di Tv". Pengakuan ini beralasan, karena menurut penelitian Sesar Sumatra Segmen Aceh yang membentang dari Aceh Tengah hingga ke Mata Le dan sampai ke Pulau Aceh belum pernah diguncang gempa diatas 6 Mw.

    Sesar Sumatra Segmen Aceh dan Seulimun (Didik Etal 2010)

    Sebelum terjadi gempa bumi Gayo, penulis pernah membuka Channel Jepang tentang system dan budaya Jepang mengantisipasi bencana alam. Jepang pada umumnya adalah sama dengan kita, mereka manusia kita juga manusia, alam mereka sama dengan kita berada pada sesar aktif terjadinya gempa dan tsunami namun yang membedakannya adalah "System dan Evakuasi Bencana" yang mereka punya "berbeda" dengan kita. Berbicara tentang perbandingan tentu kita harus belajar ke Jepang, namun disamping itu mereka juga memiliki moral "minus", jadi kita ambil positifnya untuk diterapkan di bumi Indonesia ini.

    Sebuah syair Koes Plus yang cukup menarik ;

    "Orang bilang tanah kita tanah surga

    Tongkat kayu dan batu jadi tanaman

    Orang bilang tanah kita tanah surga

    Tongkah kayu dan batu jadi tanaman"

    Pegunungan Dataran Tinggi Gayo yang membentang sepanjang Sumatra adalah anugrah dari Maha Pencipta, tentu Dunia sudah mengenal Kopi Gayo yang mendunia dan Sumber daya alam dengan kualitas terbaik dunia, disamping kekayaan alam terdapat Seismic gap atau kawasan aktif gempa tektonik. Selama 1892 hingga sebelum 2 Juli 2013 lempengan gempa ini mengumpul energi untuk dilepaskan dengan lock 100 atau 200 tahun, satu hal yang harus disyukuri adalah pada titik yang sama tidak akan terjadi lagi gempa selama puluhan tahun ke depan, namun semua atas kehendak Allah, tugas kita adalah sebatas belajar dan mengatasinya.

    Melihat paper “the sumatran fault zone — from source to hazard” Pakar Gempa Pak Danny Hilman Natawidjaja (LIPI) dan Pak Wahyu Triyoso (ITB) Sesar Sumatra yang sepanjang 1900 km dimulai dari teluk Semangko sampai dengan Aceh dibagi kepada 19 segmen.

    Segmen-Segmen Sesar Sumatra (Danny Hilman, 2007)
    Bahwa tidak alasan untuk kita rakyat Indonesia untuk "Belajar" dan membuat "System" penangan Gempa sejak dini, karena disamping Anugrah alam melimpah ketika juga harus membayar itu untuk belajar menangani bencana.

    Pada tulisan ini, penulis memiliki beberapa coretan untuk kita renungkan :
    1. Gempa Gayo 2 Juli 2013 adalah peringatan bahwa kita berada pada Seismic gap kawasan aktif gempa tektonik dengan 19 Segmen Sumatara termasuk Subduksi yang mengkutinya "Meng-harus-kan" kita semua untuk Belajar tengtang Gempa sebelum terjadi, karena teknologi pendeteksi gempa terkini hanya mempu mendeteksi 3 detik setelah gempa terjadi.
    2. Isu letusan gunung merapi pada malam 2 Juli 2013 membuat gelombang eksodus besar-besaran dari Bener Meriah ke Takengon, dalam keadaan panik tentu pengungsian besar-besaran yang memenuhi jalan raya ini sangat sayangkan. Untuk itu Masyarakat Bener Meriah khususnya yang dekat Gunung Berapi perlu memahami bahwa gempa Vulcanic atau Gempa Gunung berapa ada pada skala kecil namun sering dalam rentang waktu berhari-hari.
    3. Kecamatan Ketol, Aceh Tengah merupakan daerah yang mengalami kerusakan cukup parah, bahwa sampai menenggelamkan satu kampung. Perlu diketahui bahwa Kecamatan Ketol merupakan tekstur daerah yang tanahnya merupakan Endapan Lumpur Putih dari Gunung berapi beberapa ratus tahun yang lalu, sehingga goncangan akan terasa dahsyat dan mampu menenggelamkan sebuah kampung dan membuat longsor dimana-mana. Untuk itu kedepan perlu diperhatikan untuk membangun rumah sebaiknya mempelajari tekstur tanah untuk mengurangi efek gempa. 
      Efek Amplifikasi dan pembantulan gelombang gempa (sumber:http://poetrafic.wordpress.com)


    Hanya inilah sedikit coretan tentang Gempa di Gayo, semoga tulisan ini bermanfaat ^_^.